7 Langkah Lengkap Untuk Segera Merealisasikan Ide Bisnis Online Anda

Editor’s note: Artikel ini ditulis oleh Sujan Patel, founder dari Single Grain, salah satu digital agency yang top di San Fransisco. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di internet marketing, Sujan telah memimpin strategi digital marketing pada perusahaan seperti Sales Force, Yahoo, Intuit, dan banyak perusahaan Fortune 500 lainnya. Dengan background dalam marketing, Sujan juga membantu banyak perusahaan mengembangkan dan melatih tim internal marketing.

JOIN OUR NEWSLETTER
Bergabung bersama 20,000 subscriber kami yang mendapatkan banyak ilmu gratis tentang bisnis online dan digital marketing
We hate spam. Your email address will not be sold or shared with anyone else.

Jika anda berpikir anda memiliki ide yang hebat? Well, so what??

Kenyataan yang pahit dalam dunia bisnis adalah ide yang hebat itu bertebaran dimana-mana. Apa yang membedakan entrepreneur yang hebat dari competitor mereka adalah kemampuan untuk mengeksekusi visi/ide mereka dengan sukses.

Saya telah melalui proses pembuatan ide dan perusahaan beberapa kali, dan saya punya beberapa sistem yang bisa digunakan untuk memulai ide yang hebat. Bergantung dari spesifik dari ide tersebut, mungkin anda tidak memerlukan semua langkah-langkah di bawah ini atau mungkin anda dapat melakukannya dengan tidak berurutan. Tetapi apapun kasusnya, saya harap proses ini dapat membantu ketika anda meluncurkan perusahaan anda yang selanjutnya!

1. Definisikan ide anda

ide online

Jika anda mengatakan pada saya,” saya ingin membangun the next Facebook,” percayalah ini bukan ide yang hebat. Bagaimana bisa the next Facebook anda ini melayani future customer anda? Apa yang membedakan anda dengan website lain yang telah popular, dan apa yang membuat customer akan memakai website anda dibanding Facebook?

Mengatakan sesuatu seperti,” saya berencana untuk meluncurkan jejaring social yang focus untuk menghubungkan professional yang berumur 20-30 tahun dengan bantuan mentor,” ini terdengar lebih baik dari yang sebelumnya. Sebagai aturan umum, ketika mendinisikan ide anda, anda harus memastikan pertanyaan berikut ini terjawab:

  • Apa fungsi dari ide saya?
  • Apakah ide saya memenuhi kebutuhan banyak orang atau ide saya adalah iterasi dari ide lainnya yang sudah sukses?
  • User yang seperti apa yang akan saya layani?
  • Value apa yang ide saya tawarkan pada user ini?
  • Bagaimana membedakan ide saya dengan kompetitor lainnya?

Di saat anda menjabarkan dan kembali mendefinisikan ide anda, saya ingin anda mengingat satu konsep ini dalam pikiran anda – the idea of the “MVP” (minimum viable product). Daripada mencoba meng-cover setiap peluang yang ide anda dapat tawarkan , persempit ide anda seminimal mungkin yang dibutuhkan agar ide anda dapat diluncurkan dengan segera.

Dan juga ingat – mencoba untuk menjadi semuanya bagi semua orang adalah cara yang mudah untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang akan puas dengan produk atau layanan anda. Jika anda paham dengan ide anda sebenarnya, anda baru boleh melangkah ke  proses selanjutnya.

2. Menguji ide anda

cara menguji ide startup

Mungkin anda berpikir bahwa ide anda hebat, tapi apakah orang lain menganggapnya begitu? Apakah orang lain mau membayar untuk ide anda ini?

Sebelum melangkah lebih jauh lagi dengan ide ini, anda harus melakukan testing di dunia nyata. Ada sejumlah cara yang berbeda yang dapat anda lakukan – termasuk beberapa cara ini dan bahkan lebih. Perlu diperhatikan bahwa metode testing dari ide anda yang tepat itu bergantung dari sejumlah faktor yang berbeda, termasuk ukuran dari ide anda, berapa lama ide ini dapat diluncurkan ke market dan berapa banyak jumlah investasi yang bisa anda lakukan pada market research di awal.

  • Cari produk yang mirip – salah satu cara yang termudah untuk menentukan apakah ada atau tidak demand dari produk/layanan anda adalah dengan melihat apakah anda punya kompetitor atau tidak. Walaupun nantinya kompetitor menjadi tantangan bagi bisnis anda, melihat kompetitor adalah cara untuk mencari tahu apakah ada orang yang akan membayar produk anda atau tidak. Anda juga bisa mencari apakah ada orang yang mengiklan di adwords dengan keyword SERP spesifik yang sama dengan ide anda. Jika ada orang yang ingin membayar untuk keyword tersebut, pasti ada peluang yang cukup besar dimana anda bisa menciptakan uang dari keyword tersebut. Artinya ide anda tersebut ada marketnya.
  • “Menghubungi teman anda” – coba Tanya teman dan keluarga anda apa yang ada di benak mereka tentang ide anda itu. Walaupun mereka bukan tujuan utama dari sumber informasi anda, ini adalah cara gratis untuk menghasilkan informasi tersebut. Pastikan bahwa siapapun kenalan anda, mereka masuk ke dalam target audience dari ide anda, dan coba bertanya pada orang-orang yang dikenal sebagai orang yang jujur.
  • “jalankan testing ads/iklan” – di dalam buku “Four Hour Work,“  Tim Ferris menggambarkan metode testing ide yang mencakup menjalankan sebuah iklan website atau iklan majalah yang menawarkan produk anda dengan pengiriman selama 6-8 minggu. Jika orang mengikuti iklan anda – apakah mereka yang tertarik atau bahkan yang memesan produk anda – dari sana anda tahu bahwa ada peminat di market anda ini. Yang harus anda lakukan sekarang adalah menyiapkan produk anda secepatnya!
  • Cari mentor – untuk proses seperti ini, mentor terbaik adalah mereka yang mendirikan perusahaan sukses yang mirip dengan apa yang anda lakukan sekarang, tetapi berbeda dengan target yang anda rencanakan. Sebagai contoh, jika anda berencana untuk memulai perusahaan jejaring social, seorang mentor yang mendirikan perusahaan SaaS dapat menyediakan anda dengan informasi tentang apa yang dibutuhkan untuk meluncurkan sebuah perusahaan dan menentukan apakah ide ada layak atau tidak. Jika anda khawatir dengan kerahasiaan, pertimbangkan untuk menempatkan sebuah NDA sebelum melakukan testing ide anda ke mentor baru.
  • Traditional Market Research – Jika anda mempunyai uang, ada banyak agency di luar sana yang akan memberikan anda data yang dibutuhkan untuk membuat keputusan tentang ide anda ini. Agency riset market dapat melakukan semuanya dari polling yang simple sampai focus pada grup/kelompok tertentu. Dan di saat anda menjalankan banyak pekerjaan ini sendirian, coba perhatikan bahwa agency yang bagus dapat membantu mengeliminasi bias dari proses riset. Dan mungkin ujung-ujungnya anda akan melakukan survey pertanyaan yang akan memberikan anda data yang tepat yang anda ingin ketahui.
  • Membayar laporan riset – anggap saja anda ingin akses ke data riset dari market tujuan anda, tetapi tidak dapat membuat survey/studi anda sendiri. Bergantung pada industry dan jenis data yang ingin anda kumpulkan, anda dapat membayar laporan riset yang sudah ada yang bisa memberikan anda informasi yang anda perlukan untuk testing ide ini.
  • Uji ide anda pada skala yang kecil – jika anda berencana untuk meluncurkan jejaring sosial nasional atau mengembangkan sebuah extensive software suite, meluncurkan versi trial untuk menguji kelayakan ide anda mungkin tidak bisa terjadi. Tetapi bagaimana jika anda berencana menjual aksesoris fashion kecil-kecilan atau meluncurkan consulting service yang baru? Dalam kasus ini, anda mungkin dapat menguji ide anda dengan menjualnya ke teman, anggota keluarga dan kenalan anda sebelum membawa perusahaan anda ke market yang lebih luas.
  • Coba crowdfunding – setelah anda memiliki ide yang spesifik, coba lemparkan ke platform crowd-funding seperti Kickstarter atau GoFundMe dan lihat apakah ada traction atau tidak. Anda akan kehilangan kerahasiaan dari projek anda ini (membuka peluang bagi kloningan untuk meniru projek anda dan mungkin lebih sukses dari anda nantinya), tetapi anda akan punya bukti yang cepat dan jelas apakah target audience anda ingin membayar untuk men-support ide anda atau tidak. Pastikan hanya menggunakan strategi ini jika anda tahu bahwa anda akan mengembalikan produk anda yang sudah selesai ini ke orang yang membantu anda di platform tersebut.

Sebagai aturan umum, jumlah yang anda invest untuk menguji ide anda seharusnya ada dikisaran skala akhir dari ide anda. Dalam contoh di atas, menciptakan testing seperti menjual aksesoris secara langsung atau melalui situs Etsy merupakan investasi yang tergolong kecil. Menciptakan banyak produk software suite, di sisi lain, akan menjadi bisnis yang mahal. Berinvestasi di market research yang dibutuhkan dapat meyakinkan bahwa ada demand pada produk anda sebelum anda berkomitmen dengan waktu dan uang untuk ide tersebut.

Dan juga, perlu diingat bahwa anda tidak dibatasi untuk memilih salah satu dari cara testing ide ini. Untuk contohnya, anda dapat memulai dengan melakukan polling pada kenalan anda dan berdasarkan feedback mereka, coba jalankan saja atau membuat kampanye kickstarter. Ini mungkin menjadi waktu yang tepat untuk mencari saran, bergantung banyaknya jumlah dari ide yang ingin anda terapkan pada proses testing. Mempunyai pengacara dapat memberi anda saran bagaimana melindungi bisnis anda di stage ini, dapat memberikan perbedaan antara peluncuran yang sukses dan ide yang dipatahkan kompetitor sebelum anda memulainya.

 

3. Mengidentifikasi resources yang dibutuhkan

identifikasi resource untuk bisnis

Dalam proses ini, anda seharusnya memiliki data yang jelas dan nyata yang menunjukkan bahwa ada demand terhadap produk anda dan keinginan orang untuk membayarnya yang akan membuat ide anda layak secara financial. Jika riset market anda tidak cukup untuk men-support ide anda, jangan khawatir! Banyak ide hebat yang muncul dari data yang anda kumpulkan itu. Sekarang terserah anda apakah mau terus iterasi ide anda atau memulai riset terhadap ide selanjutnya!

Tetapi, demi proses ini, anggaplah anda siap untuk maju dengan ide anda yang hebat ini. Hal yang selanjutnya harus anda lakukan adalah mengidentifikasi semua resources yang akan mensukseskan visi anda. Pastikan rencana anda mengcover semua kategori berikut, begitu juga kategori lain yang mungkin relevan pada bisnis anda:

  • Costs – ini mencakup izin bisnis dan biaya pendaftaran, raw materials, biaya iklan, biaya sewa kantor/peralatan, biaya karyawan, desain, dan masih banyak lagi.
  • Knowledge – ini mencakup training, pengetahuan teknikal, karyawan (apakah sebagai kontraktor independent atau fulltime) dan mentor
  • Time – jumlah waktu dan energi yang anda perlukan untuk membawa produk anda ke market (berikan perhatian yang ekstra pada kategori ini jika anda berencana untuk bootstrapping ide anda di saat masih mengerjakan pekerjaan yang lain)

Jangan berpikir bahwa resources yang dibutuhkan itu hanya uang saja. Untuk contoh, anda memerlukan logo, anda dapat mendesain sendiri atau membayar orang untuk membuatnya. Waktu dan uang mewakili resources anda dalam kasus ini – terserah anda untuk mencari tahu bagaimana menyeimbangkan demand yang bersaing ini.

Di saat anda merencanakan resources yang  diperlukan untuk meluncurkan ide ini, lakukan secara menyeluruh dan sedetail mungkin. Jangan coba untuk menebak bahwa anda memerlukan $500 untuk membuat suatu logo – carilah desainer yang berpengalaman yang ingin diajak bekerja sama. Tidak bisa menghitung anggaran dengan baik akan menggagalkan bisnis anda jika anda mulai kehabisan uang atau tidak tahu cara melewati masa-masa kritis.

Anda mungkin juga perlu mempertimbangkan untuk mengarahkan resources anda ke growth model yang berbeda selama planning stage ini. Anggap saja anda ingin meluncurkan sebuah produk SaaS suite dan berharap mendapat pendanaan dari VC. Dengan mempunyai rencana bagaimana menjalankan bisnis anda jika anda mendapat dana sebesar $5 juta, $1 juta atau tidak sama sekali dapat mencegah anda dari rencana keuangan yang tidak realistis yang dapat menghentikan pertumbuhan ide anda ke depannya.

 

4. Mengamankan resources yang dibutuhkan

mencari ide

Sekarang anda tahu apa yang anda perlukan untuk memulai ide anda, temukan cara bagaimana anda mendapatkannya!

Cara yang dapat dilakukan sebagian besar akan tergantung pada resource yang diperlukan. Contohnya:

  • Jika anda membutuhkan $10.000 di dana startup, anda harus melakukan pekerjaan extra, menarik uang dari tabungan, crowd-source pendanaan anda, cari utang untuk bisnis kecil, meminta invest dari orang tua, VC, atau angel investors.
  • Jika anda tahu bahwa anda memerlukan developer yang kompeten untuk melengkapi kekurangan skill technical anda, anda perlu menentukan apakah developer ini independent kontraktor, fulltime, partner (memberikan saham), dll. Buat gambaran pekerjaannya, iklankan posisi itu, interview kandidat dan pilih orang yang tepat untuk perusahaan anda.
  • Jika anda berencana untuk berinvest di pendapatan awal anda untuk mendorong pertumbuhan perusahaan, anda perlu membangun rencana yang berkelanjutan untuk membayar biaya-biaya (bisnis dan personal) . Sebelum anda harus membayar customer, tentukan kapan anda harus membayar gaji anda sendiri dan kapan gaji ini akan mengganti pendapatan anda saat ini.

Dari sana saya tahu bahwa setiap resources yang dibutuhkan dari setiap ide itu berbeda. Jika saya dapat memberikan satu saran yang pasti, itu adalah dengan melakukan bootstrap pada finansial/keuangan anda selama mungkin. Uang VC atau angel bisa menggoda, tetapi jika anda mengambilnya sebelum membuktikan ide anda, biasanya uang tersebut dapat menyebabkan gangguan dan masalah yang menghalangi anda nantinya. Ciptakan bisnis yang bekerja terlebih dahulu, lalu cari bantuan dana dari luar yang dapat membawa bisnis anda ke level selanjutnya.

Apakah semua rencana ini membosankan? Pastinya iya! Ketika anda bergairah dengan ide yang hebat, duduk dan berurusan dengan angka yang tidak ada habisnya mungkin adalah hal yang terakhir anda lakukan. Tapi percayalah.. Saya telah melihat cukup banyak kegagalan entrepreneur (dan kegagalan saya) untuk sadar bahwa jika anda merencanakan keuangan dengan lebih baik, maka tingkat kesempatan anda untuk melewati stage yang beresiko di awal pertumbuhan perusahaan akan semakin baik juga.

 

5. Membuat daftar kerjaan (to-do list)

step-5

Jika anda telah melalui empat langkah di atas dan anda masih berpikir bahwa ide bisnis anda layak untuk dikembangkan, sekarang waktunya untuk membuat daftar kerjaan yang akan menjadi peta menuju kesuksesan.

Saya selalu tahu bahwa cara termudah untuk melakukan hal ini adalah dengan membayangkan produk yang sudah jadi, lalu membuat daftar kerjaan yang dimulai dari hasil akhir (working backwards). Bayangkan diri anda sekarang berada di saat-saat peluncuran produk anda, dan coba pikirkan dengan jelas apa yang akan anda lakukan secara cepat sebelum momen peluncuran ini terjadi. Pikirkan sedetail mungkin dengan langkah-langkah yang bisa anda lakukan dan buat catatan resources apa yang anda butuhkan untuk menyelesaikannya.

Sebagai contoh membuat daftar kerjaan seperti ini pada peluncuruan produk SaaS adalah sebagai berikut:

  • Meluncurkan produk ke semua customer
  • Final debugging
  • Menerapkan feedback dari test customer
  • Meluncurkan produk ke test customer
  • Mengembangkan system distribusi
  • Debugging awal
  • Coding awal
  • Wireframe SaaS front anda back ends
  • Persempit daftar fitur untuk segera meluncurkan produk
  • Ide awal

Jelas sekali, ini sangat simple – agar berfungsi sebagai peta yang sebenarnya, anda perlu memperluas setiap poin-poin di atas untuk memasukkan langkah-langkah yang berbeda dan resources yang dibutuhkan untuk penyelesaian. Simpan daftar kerjaan anda di sebuah program seperti BaseCamp atau Zoho Projects dan revisi secara berkala saat anda melewati setiap stage dalam menjalankan ide anda dan cari pekerjaan tambahan yang harus diselesaikan.

 

6. Tetapkan deadline pada daftar kerjaan anda

ide bisnis online

Satu hal terakhir yang harus dilakukan sebelum mulai bekerja adalah membuat deadline untuk setiap pencapaian yang anda buat di daftar kerjaan.

Tipikal dari ide yang hebat adalah ide ini cenderung tumbuh dalam ukuran dan ruang lingkup di saat anda melewati proses-proses ini. Mungkin anda memulai dengan produk SaaS yang menyediakan tiga fungsi utama – tapi bukankah hebat jika anda dapat menambahkan beberapa  hal lainnya? Jenis berpikir seperti ini dapat dengan mudah mengubah jangka waktu peluncuran produk anda, dari yang awalnya enam bulan proses pengembangan menjadi satu tahun atau lebih masa pengembangan.

Brainstorming seperti ini seharusnya menjadi bagian dari langkah 1-4 dalam proses ini. Setelah anda menentukan daftar kerjaan terakhir anda, tetapkan deadline dan berusahalah untuk tetap bersandar pada deadline tersebut. Ingat – anda dapat selalu kembali dan menambahkan banyak fitur lainnya di lain waktu. Tetapi jika anda tidak keras dengan diri anda untuk tetap bersandar pada deadline, anda mungkin tidak akan pernah melihat ide hebat anda berbuah.

Jika anda berhasil sejauh ini, selamat! Sekarang waktunya untuk memulai kerjaan di daftar kerjaan anda dan merealisasikan konsep dari ide anda menjadi bisnis yang dapat bekerja.  Tetapi jangan berpikir bahwa anda telah selesai dengan proses peluncuran. Ada langkah yang lebih penting lagi yang anda perlu perhatikan.

 

7. Perbaiki ide anda yang diperlukan setelah peluncuran produk

mencari ide bisnis online

Sayangnya, ide hebat jarang ada yang langsung berhasil. Jika anda adalah satu dari jutaan orang yang berhasil menjadi billionaire dari ide anda . selamat. Tetapi jika anda seperti sebagian besar orang lainnya, ide anda yang tampaknya hebat ini mungkin membutuhkan beberapa iterasi atau pivot untuk menjadi sukses.

Mengakui ke diri anda bahwa ide anda tidak dapat bekerja adalah hal yang sulit, tetapi kunci untuk menjadi entrepreneur yang sukses adalah gagal secepat mungkin, ketika diperlukan. Itulah kenapa penting untuk memeriksa diri anda secara berkala apakah anda ada pada jalur yang benar atau tidak. Jika, kembali ke langkah nomor 4, anda mengatakan pada diri anda sendiri bahwa anda akan mengambil gaji dalam enam bulan, tetapi sampai bulan 12 anda belum mendapat sepeser pun, ini waktunya anda menyesuaikan penawaran produk anda atau matikan seluruhnya.

Tentu saja, ada perbedaan besar antara sebuah ide yang dapat dimodifikasi dan ide mana yang tidak. Menemukan dibagian mana ide anda tidak bekerja ini membutuhkan soul-searching dan data analysis yang mendalam. Fokus untuk mencari apakah ide anda dapat memberikan value ke user atau tidak, tetapi jangan terlalu optimis pada tujuan anda. Mematikan atau menutup bisnis mungkin adalah pilihan yang menyakitkan, tetapi jika anda belajar dan menerapkannya pada perusahaan anda selanjutnya, mungkin dapat meningkatkan tingkat sukses yang dapat anda raih.

Sumber: sujanpatel.com

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *